<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="2084">
 <titleInfo>
  <title>Aktivitas Antijamur Ekstrak Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YUSRANSYAH dkk</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher>Journal of Biology Education, Science &amp; Technology (BEST)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Kandidiasis merupakan infeksi yang sering terjadi di antara seluruh infeksi jamur, yang melibatkan kulit atau &#13;
membran mukosa. Sebagian infeksi disebabkan Candida albicans. Penggunaan obat antijamur sintesis &#13;
menimbulkan banyak masalah seperti adanya efek samping serius, resistensi, aturan pakai menyulitkan, dan &#13;
perlunya pengawasan dokter. Salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh &#13;
masyarakat adalah daun nangka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah daun nangka dapat &#13;
memberikan aktivitas antijamur terhadap Candida albicans. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental &#13;
di laboratorium. Sampel berupa daun nangka kering yang dihaluskan dan diekstraksi secara maserasi &#13;
menggunakan etanol 96% dan dikentalkan dengan rotary evaporator. Selanjutnya ekstrak dengan konsentrasi &#13;
1,25% (K1), 2,5% (K2), 5% (K3), 10% (K4), 20% (K5), 40% (K6) dan 80% (K7), kontrol positif flukonazol &#13;
25 µg (K8) dan kontrol negatif DMSO (K9) diuji aktivitas antijamur terhadap Candida albicans dengan &#13;
metode difusi agar cara sumuran dengan replikasi sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
ekstrak daun nangka dapat memberikan aktivitas antijamur terhadap jamur Candida albicans dengan &#13;
konsentrasi yang paling optimal yaitu konsentrasi 80%. Uji Kruskal Wallis masing-masing kelompok &#13;
perlakuan menunjukkan perbedaan yang signifikan (Sig &lt; 0,05). Uji Post Hoc Tukey HSD hanya K7 yang &#13;
tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif (Sig &gt; 0,05).&#13;
Kata Kunci : Anti Jamur, Candida albicans, Daun Nangk</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FARMASI</topic>
 </subject>
 <classification>P026</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN SALSABILA Sistem Informasi Perpustakaan STIKes Salsabila Serang</physicalLocation>
  <shelfLocator>P026</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">P026</numerationAndChronology>
    <sublocation>RAK UMUM</sublocation>
    <shelfLocator>P026</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="142" url="" path="/2cd452195c62dd2f14d20619ab2266a9.pdf" mimetype="application/pdf">Aktivitas Antijamur Ekstrak Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam.)  Terhadap Pertumbuhan Candida albicans</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>2084</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-31 13:39:10</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-31 13:39:10</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>